10 Poin Renungan Sebelum Jadi Entrepreneur

Membuat keputusan untuk menjadi seorang entrepreneur ialah keputusan yang implikasinya tidak kecil dalam kehidupan seseorang secara keseluruhan. Namun belum ditemukan sebuah uji atau sertifikasi yang bisa diterapkan untuk mengetahui kompetensi entrepreneurial seseorang secara akurat. Hanya dengan mengantongi gelar MBA atau titel akademis lainnya, tidak secara otomatis seseorang bisa meraih keberhasilan dalam berbisnis. Dibutuhkan lebih dari itu agar bisa menjadi entrepreneur sukses.



Maka dari itu, hal terakhir yang bisa Anda lakukan ialah memanfaatkan sebagian alat uji individu dan mengikuti sebuah panduan baru dalam subjek tersebut seperti yang disusun oleh Carol Roth dalam bukunya “The Entrepreneur Equation” . Di dalam bukunya, Roth memaparkan karakteristik pribadi dan ketrampilan yang diperlukan.

Inilah rangkuman panduan dari Carol Roth tersebut agar Anda bisa memprediksi seberapa jauh Anda akan bisa bertahan dan sukses dalam dunia bisnis:
  • Ujilah secara kritis motivasi Anda. Apakah Anda merasa bosan, menginginkan menjadi majikan untuk diri Anda sendiri, atau menunjukkan sebuah teknologi yang mutakhir? Ini semua bukan alasan paling tepat untuk mendirikan sebuah bisnis tetapi jika Anda selalu fokus pada pemecahan masalah nyata, percaya Anda bisa melakukannya lebih baik daripada orang lain dan yakin saat Anda harus melakukan berbagai peran, Anda memiliki pola pikir usaha rintisan yang tepat. 
  • Sambutlah majikan baru yang lebih banyak. Saat Anda memulai bisnis Anda sendiri, Anda tidak lagi memegang kendali.  Kemungkinan Anda tidak bisa memiliki kebebasan yang Anda idamkan. Anda akan dikendalikan oleh para pelanggan, investor, pemberi pinjaman. Dan tak hanya itu, Anda juga harus selalu siap sedia untuk menjawab pertanyaan mereka..
  • Evaluasi seberapa baik Anda bekerja dengan orang lain. Banyak orang memimpikan untuk membuka sebuah bisnis sebagai pelarian dari rekan kerja yang tidak menyenangkan atau atasan yang menjengkelkan. Namun kini Anda harus menghadapi lebih banyak orang termasuk akuntan, pengacara, klien dan anggota tim. Anda harus merasa nyaman dengan orang dan memiliki ketrampilan yang tajam.
  • Perbanyak tanggung jawab Anda. Memiliki sebuah bisnis amat mirip dengan seorang anak-anak. Entrepreneur adalah profesi yang tak kenal waktu. Jika ada hal yang menimpa bisnis Anda (termasuk hilangnya sumber penghasilan), bagaimana hal itu akan mempengaruhi keluarga atau rumah tangga Anda? Ingatlah Anda yang memegang uangnya.
  • Perhatikan pengalaman manajemen dan industri Anda. Mampu mengatur karyawan dan vendor ialah jenis ketrampilan yang dibutuhkan saat ingin menjadi entrepreneur. Anda juga harus mengetahui industri Anda secara intensif. Hal ini juga membantu Anda bekerja dalam perusahaan yang sama sebelum Anda memulai sendiri.
  • Belilah saham dari siapa yang Anda kenal. Bisnis tidak selalu tentang apa yang Anda ketahui, tetapi siapa yang Anda ketahui. Hubungan yang baik pantas untuk diutamakan selalu. Hubungan baik akan mengantarkan Anda kepada investor dan peminjam modal dan Anda akan menerima pendanaan yang lebih baik, dengan harga, syarat dan ketentuan yang lebih ramah dari pemasok bisnis dan layananan profesional
  • Bersikap jujur mengenai uang. Jangan berharap hubungan Anda dengan uang berubah hanya karena Anda sudah mendirikan bisnis. Mendirikan bisnis memerlukan uang dan manajemen keuangan yang kokoh. Apakah Anda akan merasa panik mengenai pengeluaran dana taua penghindaran risiko keuangan dengan segala cara?
  • Ujilah jenis kepribadian Anda. Jika Anda orang yang menyukai stabilitas dan kendali, atau jika Anda menyukai keadaan di mana semuanya tertata rapi seperti rencana, bisa jadi Anda bukan orang yang tepat untuk menjadi entrepreneur. Setiap bisnis baru memiliki pasang surut dan banyak sekali hal dan kejadian yang tak terduga.
  • Periksa pasar dan persaingan Anda. Untuk memberikan mereka pada bisnis Anda dan investor, Anda memerlukan pemahaman mengenai mengapa dan bagaimana Anda bisa melampaui prestasi mereka. Baik pesaing yang jahat atau baik akan mempengaruhi seberapa suksesnya Anda dan bisnis Anda kelak.
  • Ujilah skalabilitas Anda. Bisnis yang berhasil bersandar pada pendelegasian dan otomatisasi. Akankah Anda mampu untuk mengajarkan bagaimana cara melaksanakan pekerjaan Anda kepada anak buah? Jika bisnis Anda bertumpu pada otak dan ketrampilan saja, mungkin Anda akan memiliki pekerjaan yang sukses tetapi bukan sebuah bisnis yang sukses.
Jangan terlalu menganggap semua poin ini demikian negatif, tapi ingatlah bahwa risikonya amat tinggi. Statistik menyatakan bahwa tingkat kegagalan bisnis baru selama 5 tahun pertama ialah 90 persen. Ini menunjukkan bahwa banyak entrepreneur mendapatkan lebih banyak daripada yang mereka hendak beli. Berpikirlah ulang sebelum Anda menginvestasikan waktu, uang dan energi Anda yang tak ternilai kemudian jika suah merasa mantap, lakukanlah!

Comments
0 Comments

Artikel Lain

ShareThis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...