My Cousin



Kisah ini bermula setahun yang lalu, dimana aku harus jaga rumah, karena anak dan istriku sedang berkunjung ke saudaranya selama lebih dari seminggu.
Sore itu sekitar jam lima sore, teleponku berdering, lalu kuangkat dan terdengar suara lembut seorang wanita namun dengan background yang lumayan ramai.

“Halo, Dik Yanti ada”, suara itu sepertinya kukenal, namun sungguh aku lupa siapa dia, yang lebih membuatku bertanya-tanya, dia mencari istriku (Yanti).
Aku pun menjawab apa adanya “Yanti sedang ke Solo, ada yang bisa saya bantu?”.
“Lho, ini Dik Bandi ya…, aku Arie, Dik, aku sedang di terminal bis, boleh aku mampir ke rumahmu sebentar?, belum sempat kujawab permintaannya, telepon sudah ditutup, dan aku sendiri masih bertanya-tanya, siapa Arie itu?

Selang satu jam kemudian, ada sebuah taxi yang berhenti di depan rumah, aku melihat dari arah dalam jendela rumah, seorang wanita muda keluar serta menenteng sebuah tas traveler yang lumayan besar. Di bawah keremangan sinar lampu jalan, aku mulai bisa melihat wajahnya. Ya ampun…, ternyata dia adalah Mbak Arie, kakak sepupuku. Meskipun dia kupanggil “Mbak” tapi dia sepuluh tahun muda dariku, dia anak budeku, kakak dari ibuku. Tersentak aku dari kekagetanku, manakala dia berusaha membuka pintu pagar, akupun berlari menyambutnya, menenteng tasnya yang…....

Selengkapnya >>



Comments
0 Comments

Artikel Lain

ShareThis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...