Supriono akan
memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa
KRL. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas
dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban
kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas
karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa
supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.
Di RSCM,
Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang
muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas
kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas,
saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya
hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik
yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang
mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.
baca selengkapnya » KISAH NYATA PEMULUNG DAN MAYAT ANAKNYA