Pages

10 Keajaiban Chelsea di Liga Champions 2012



http://www.mirror.co.uk/incoming/article841396.ece/ALTERNATES/s615/Fernando+Torres+and+Juan+Mata+(R)+of+Chelsea+celebrate


Akhirnya Chelsea menjadi juara Liga Champions 2012. Sebagian berpendapat, kesuksesan The Blues tak lepas dari keberuntungan yang senantiasa menaunginya musim ini. Tapi kurang tepat juga kalau Chelsea cuma dibilang mengandalkan keberuntungan, karena keberuntungan tidak akan datang berkali-kali.



Setidaknya, ada sepuluh keajaiban yang telah dialami Chelsea di Liga Champions 2012...


1. Blunder Paolo Cannavaro.

Chelsea bertemu kuda hitam Napoli di perdelapanfinal Liga Champions. Sebelum laga leg pertama, Chelsea tidak pernah menang dalam 4 gim terakhirnya. Keterpurukan The Blues pun mencapai klimaks setelah dihantam Napoli dengan skor mencolok 3-1. Tak ada yang menyangka sebelumnya, satu gol Juan Mata di menit 27 akan menjadi modal berharga di leg-2. Gol penting itu sedikit beraroma keburuntungan, karena berawal dari blunder fatal Paolo Cannavaro.



2. Comeback luar biasa vs Napoli.

Hanya dua minggu sebelum laga leg-2 vs Napoli, AVB dipecat dan digantikan Di Matteo. Masa transisi dalam ketidakstabilan, membuat Chelsea sama sekali tidak dijagokan untuk membalikkan defisit 1-3. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. The Blues mampu menyamakan agregat dengan skor kemenangan 3-1 di waktu normal, dan Ivanovic mencetak gol kemenangan di extra time. Comeback yang luar biasa heroik.



Ivanovic Chelsea vs Napoli
Ivanovic mencetak gol heroik di extra time!


3. Kurang Meyakinkan, tapi Tetap Menang vs Benfica.

Sama seperti Napoli, Benfica juga sangat membuat Chelsea repot. Walaupun sukses mengalahkan Benfica 0-1 di leg-1, langkah The Blues tidak mudah. Pada laga leg-2 di Stamford Bridge, Chelsea 'butuh' sebuah penalti dari Frank Lampard, satu kartu merah untuk Benfica, dan gol injury time Raul Meirelles untuk mengunci kemenangan 2-1. Yang ini bisa diperdebatkan, Presiden Benfica menyebut Chelsea tidak pantas menang karena Benfica tampil lebih baik. Dia menyalahkan wasit yang memberi kartu merah untuk pemainnya dan mengabaikan handball John Terry di kotak penalti pada laga leg-1.


4. Leg-1 vs Barca: 1 SHOT ON TARGET, 1 GOL


Ujian berat Chelsea ada di semifinal. Menghadapi salah satu klub terbaik sepanjang sejarah sepakbola, FC Barcelona. Leg-1 berlangsung di Stamford Bridge, tapi Chelsea dikurung sepanjang pertandingan. Barca mendominasi laga dengan penguasaan bola hampir 80%, dan menggempur dengan 24 tembakan ke gawang (6 on target) namun tak ada yang berbuah gol. Sementara Chelsea, sukses menjaringkan bola lewat Drogba hanya dari 1 shot on target!


5. Survive dari Kesalahan Konyol John Terry.


Tidak banyak tim di dunia ini yang bisa mengimbangi superioritas Barcelona, apalagi jika hanya bermain dengan 10 pemain dalam posisi tertinggal. Di semifinal Leg-2, Barca telah unggul 1-0 saat John Terry melakukan pelanggaran bodoh yang membuatnya kena kartu merah, padahal laga baru memasuki menit ke-37. Bermain hanya dengan 10 orang, The Blues bahkan sempat tertinggal 2-0. Kemenangan seperti akan menjadi milik Barca, tapi nyatanya Chelsea mampu membuat dua gol balasan.


Kartu Merah John Terry
Kesalahan konyol berujung kartu merah


6. Kesialan Lionel Messi


Agak sulit diterima ketika seorang pemain yang dianggap layak sejajar dengan Pele dan Maradona gagal mengeksekusi penalti. Barcelona bisa unggul 3-1 jika Messi mampu mengkonversi penalti di menit 49, tapi dia gagal. Tidak cuma penalti, satu tembakan Messi juga sempat membentur mistar gawang Chelsea. Lionel Messi tampil sangat produktif musim ini dengan 72 gol dari 59 laga di semua kompetisi, tapi sebuah kegagalan penaltinya akan jadi noda hitam yang sulit terlupakan.


7. Menjadi Pemenang di Tengah Badai Peluru


Jika anda terlibat dalam sebuah peperangan, anda cuma menembak 11x dan lawan membombardir dengan 47 tembakan, siapa yang tidak dibuat kecut nyalinya? Chelsea selamat dari situasi ini. Dalam dua laga semifinal, Barcelona melancarkan total 47 tembakan dan hanya dua berbuah gol, sementara Chelsea membuat tiga gol hanya dari 11 tembakan. Perbandingan efektivitasnya sangat besar, serangan Barca cuma 4 % berbuah gol, sedangkan Chelsea 27%.


8. Lagi, Selamat di Menit Terakhir.


Sikap pantang menyerah seperti sudah jadi sohib karib bagi Chelsea. Ivanovic jadi pahlawan di extra time vs Napoli, Raul Meireles mengunci kemenangan vs Benfica di injury time, Barcelona dua kali bobol di injury time babak pertama oleh Drogba (leg-1) dan Ramires (leg-2), Torres pun mengamankan tiket final lewat sebuah gol injury time. Sekali lagi, kali ini di final, Drogba menjadi pahlawan dengan gol di menit-88. Bayern Munchen unggul 1-0 sejak menit-83, tapi Chelsea membuyarkannya hanya dua menit sebelum laga berakhir. Pertandingan pun lanjut ke extra time.


9. Lagi, Selamat dari Penalti.


Di masa genting extra time, Bayern Munchen mendapat penalti gara-gara Ribery dilanggar Drogba. Uniknya, Ribery yang seharusnya jadi eksekutor utama Bayern mengalami cedera akibat pelanggaran Drogba. Sehingga eksekusi harus diambil Robben, dan ternyata gagal. Setelah selamat dari penalti Messi di semifinal, kali ini Chelsea juga mendapat berkah dari kegagalan penalti Robben.


10. Adu Penalti jadi Akhir yang Sempurna


Keajaiban Chelsea semakin sempurna di babak adu penalti. The Blues bahkan mengalahkan mitos yang telah dikukuhkan oleh riset tentang penalti, bahwa tim yang mendapat giliran menendang lebih dulu, punya peluang lebih besar untuk menang (60%). Munchen mendapat giliran pertama untuk menendang malam itu, dan mereka juga sempat unggul. Tapi Chelsea bisa membalikkan keadaan dengan kejaibannya, dan memastikan gelar juara Liga Champions lewat sepakan Didier Drogba.


Penalti Drogba di Liga Champions
Tendangan Drogba untuk trophy Liga Champions


Keajaiban demi keajaiban yang dialami Chelsea sungguh unik, seperti suratan takdir yang menuntun mereka ke gelar juara. Maka tak heran jika Didier Drogba pun berkata, "Takdir telah menuliskan nama Chelsea untuk memenangkan Liga Champions.."


Sejak dulu memang demikianlah sepakbola, keajaibannya tiada pernah berakhir.


sumber : http://www.sepaxbola.info/2012/05/chelsea-di-liga-champions-2012.html